Cara Praktis Input Nomor KKS, KIP, KIS Menggunakan Android ke Excel

8 komentar
Tidak perlu basa-basi ah......langsung aja ke poin-poinnya. Ikuti caranya di bawah ini :
Sediakan bahan-bahan sebagai berikut :
1. Pastikan Anda menggunakan ponsel pintar/smartphone android
2. Pastikan PC/Laptop Anda tersedia perangkat Bloetoothnya, jika tidak ada beli bloetooth
3. Sediakan Jaringan Wifi atau Bluetooth (PC/Laptop yang memiliki bluetooth), jika PC atau laptop tidak tersedia
bluetooth, bisa kita beli assesoris/hardware bluetooth tambahan dan jangan lupa install driver bluetooth nya
:)
Ini nih contoh bluetooth hardware





4. Driver Barcode Scanner untuk PC/Laptop (driver dapat anda download disini.)
5. Aplikasi Android untuk Scannernya dapat di download disini atau. kebetulan versi ini adalah versi pro sehingga tidak terbatas lagi pada 10-20 scanner saja.
6. Microsoft Office Excel (hee….yang ini pasti sudah ada khan?
Langkah-langkah:
1. Install aplikasi Barcode Reader Pro v1.8.1.apk di android yang tadi anda download
2. Install Driver KinoniWinInstaller281.exe di PC/Laptop yang juga anda download tadi
3. Setting sesuai kebutuhan, jika menggunakan:
A. Menggunakan Wifi :


  • Konekkan Android, PC/Laptop anda ke Wifi anda
  • Buka aplikasi barcode reader di android anda,

  • Buka Excel, letakkan kursor pada tempat yang diinginkan (lihat gambar)


  • Lakukan Scan tepat pada barcode barang yang dinginkan, misal Kartu Indonesia Pintar. 

  • Hasil scan seperti di bawah ini :





B. Menggunakan Bluetooth Pastikan bluetooth 
  • PC/Laptop Aktif Aktifkan Bluetooth Android 
  • Buka aplikasi Barcode di Android 
  • Buka Setting dan pilih koneksi bluetooth 
Langkah – langkah scan sampai pada hasil, caranya sama dengan menggunakan wifi

Catatan :
biasanya akan terjadi error 5005 itu dikarenakan salah satu perangkat (Android/PC/Laptop) koneksi ke wifi kurang bagus. jika menggunakan bluetooth biasanya juga terjadi error, maka perlu dilakukan pembersihan cache/data di setting aplikasi android anda kemudian aktifkan kembali bluetooth dan lakukan koneksi ulang ke PC/Laptop. Sekian Trik dari kami menggunakan Android untuk Scanner Barcode ke Excel, semoga bermanfaat. Salam PKH

Read More »

SAMBUT MENSOS, KETUA KELOMPOK KPM PKH KEC. SELOPURO BAWAKAN MARS PKH

0 komentar

Blitar - Bu Umi Maslikah, warga Dusun Wonorejo Rt 03 Rw 06 Desa Jambewangi Kecamatan Selopuro, pemilik nomor peserta 122000272956224 boleh jadi rasa bangganya tak akan hilang begitu saja. Kesediaan menjadi dirigen Lagu Kebangsaan Indonesia Raya sekaligus Mars PKH untuk menyambut kunjungan kerja Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa di Kabupaten Blitar, Jum;at 21 Oktober 2016 di lokasi wisata edukasi Kampoeng Coklat, bukanlah keputusan serta merta. Peran Pendamping PKH Kecamatan Selopuro menjadi penyemangat sekaligus pelatih merupakan andil yang cukup berarti. Susilo, salah satu pendamping menyatakan bahwa, penampilan Bu Umi beserta seluruh ketua kelompok KPM PKH Kec. Selopuro yang tergabung dalam Paguyuban Silaturahmi Ketua Kelompok PKH Kecamatan Selopuro untuk membawakan lagu kebangsaan Indonesia Raya dan Mars PKH merupakan hal yang biasa karena rutin ditampilkan pada saat penyaluran bantuan PKH di Kantor Kecamatan Selopuro.
 Sumber: https://www.youtube.com/watch?v=PnVqVbvHepE&list=PL4oKLDa6GT7G_E1cearxfhfX_0odAJjMs&index=6
Namun, menjadi hal yang sangat istimewa manakala Paguyuban ini diminta kesediaannya utuk tempil membawakan lagu Kebangsaan dan Mars PKH dalam ranga menyambut Kunjungan Kerja Menteri Sosial di Kabupaten Blitar dalam rangka Penyaluran Bantuan untuk Tahap III tahun 2016. "Saya sangat terharu manakala pembawa acara menyampaikan informasi kepada Menteri Sosial bahwa yang menyanyikan Lagu Kebangsaan dan Mars PKH adalah ibu-ibu ketua kelopok KPM PKH Kecamatan Selopuro" usai membawakan kedua lagu tersebut. "Terlebih lagi Dirjen menyampaikan dalam sambutnannya bahwa hal ini merupakan yang pertama kali di Indoesia Mars PKH dibawakan oleh peserta PKH" ucap Joko Setiawan, Koordinator Pendamping Kecamatan yang diiyakan sesama pendamping PKH kecamatan Zami, Charis dan Wafa.

Khofifah Indar Parawansa, Menteri Sosial RI disela-sela sambutannya menyatakan apresiasi yang yang sangat dalam kepada semua pihak, terutama jajaran UPPKH Kabupaten Blitar. Beliau juga menyampaikan bahwa lebih dari 300 kota dan kabupaten di Indonesia yang beliau kunjungi, namun hanya di Kabupaten Blitar Mars PKH di bawakan oleh peserta PKH sendiri, Luar...Biasa. Pada kesempatan itu Menteri Sosial berkenan memberi kado spesial kepada masing-masing anggota Paguyuban Silaturahmi Ketua Kelompok yang baru saja tampil membawakan Lagu Kebangsaan dan Mars PKH.
Lilik, Ketua Kelompok Tegalrejo 2 mengatakan " Ini kado terindah buat saya dan kawan-kawan", sesaat setelah memperoleh kesempatan khusus foto bersama Menteri Sosial dan menerima bingkisan spesial yang langsung diserahkan oleh Menteri Sosial beserta rombongan serta jajaran Forpinda Kabupaten Blitar, berkat penampilannya. 
Usai evaluasi bersama sekaligus pertemuan rutin bulanan dengan para pendamping, minggu 23 Oktober 2016, Esti Ketua Kelompok Selopuro 1 mengingatkan kepada rekan-rekan sesama Ketua Kelompok " Keluarga kita di harapkan tetap ikhtiar, tawakal dan mendekatkan diri kepada Allah SWT, agar kita semua tetap diberi kesehatan dan lebih sejahtera dengan memperbanyak amal ibadah" ucapnya usai saling bercerita sesama rekannya tentang kado istimewa Menteri Sosial yang berisi sarung dan mukena (admin)



Read More »

PKH Selopuro selesaikan validasi tahun 2016

0 komentar
Menjelang penghujung tahun 2016, UPPKH Kecamatan Selopuro baru saja menyelesaikan kegiatan validasi kepada 59 calon peserta Keluarga Penerima Manfaat Program Keluarga Harapan Tahun 2016. Bertempat di Balai Kecamatan Selopuro, ke-59 calon peserta yang mendapat undangan pada pertemuan awal, diberikan sosialisasi oleh Susilo, SP, Pendamping Kecamatan Selopuro tentang Program Keluarga Harapan yang dilanjutkan dengan tanya jawab sebelum validasi dilaksanakan. Kegiatan dimulai pukul 08.00 WIB dan berakhir pukul 11.00 WIB, dibantu oleh seorang Pak Nur Staff kecamatan dan Sdr Yudo Purwiko petugas TKSK Kecamatan Selopuro.
Penyampaian Surat Undangan Pertemuan Awal (SUPA) di lakukan oleh 5 pendamping Kecamatan Selopuro, setelah didahului koordinasi dengan aparat desa setempat dan beberapa ketua kelompok peserta PKH kohort sebelumnya.
Mahbub Elfarraby yang lebih dikenal dengan panggilan Boby, koordinator Pendamping PKH Kabupaten Blitar, menyempatkan diri melakukan monitoring kegiatan yang berlangsung pada hari Sabtu, 18 September 2016. Serangkaian proses validasi berakhir dan dinyatakan bahwa 47 calon peserta dinyatakan eligible dan berhak menjadi peserta Program Keluarga Harapan Kabupaten Blitar. Video kegiatan ini bisa Anda lihat di https://www.youtube.com/watch?v=_avrABzp4rc&list=PL4oKLDa6GT7G_E1cearxfhfX_0odAJjMs

Read More »

KETUA KELOMPOK DAN JEMBHAR ADAKAN SATUNAN ANAK YATIM DAN DHUAFA

0 komentar
Bertempat di halaman rumah kediaman Bu Siti Khasanah Desa Jambewangi Rt 04 Rw 05 , Ketua Kelompok PKH yang tergabung dalam wadah Paguyuban Silaturahmi Ketua Kelompok PKH Kecamatan Selopuro mengadakan acara Santunan Anak Yatim dan Dhuafa. Di awali dengan acara istighosah besama, dan dilanjutkan dengan menyanyikan lagu kebangsaan dan Mars PKH yang dibawakan oleh ketua kelompok, acara ini dihadiri oleh semua ketua kelompok se Kecamatan Selopuro, Pendamping PKH Kecamatan Selopuro, Koordinator Pendamping Kabupaten Blitar, jajaran Muspika, TKSK, Pengurus JembHar dan anak Yatim dan dhuafa beserta orang tuanya di wilayah Kecamatan Selopuro.
Acara rutin satu tahunan yang digagas oleh paguyuban ini, merupakan yang ketiga kalinya diselenggarakan bertepatan dengan momentum menyambut Tahun Baru Islam 1438 H. Sekitar 50 anak yatim, piatu maupun yatim piatu mendapatkan santunan dari paguyuban, yang disampaikan secara bergiliran oleh para pendamping, perwakilan ketua kelompok dan pengurus JembHar.
Camat Selopuro yang diwakili oleh Kasie Kesos menyambut baik acara ini dan berharap menjadi acara rutin yang diselenggarakan oleh Paguyuban. Sambutan serupa juga disampaikan oleh Mahbub El Farraby yang biasa dipanggil Boby, koordinator Pendamping Kabupaten Blitar. Dalam sambutannya, Boby berharap agar acara ini bisa menjadi motivasi bagi komunitas PKH di kecamatan lain untuk berbuat hal yang sama, meskipun KPM PKH adalah keluarga penerima bantuan sosial, namun tidak menjadi penghalang baginya untuk berbuat sosial dengan memberi bantuan kepada anak yatim, terlebih lagi anak yatim penerima santunan dalam acara ini diutamakan kepada anak-anak yatim non penerima bantuan PKH yang kurang beruntung.
JembHar yang bergabung dalam acara ini, melalui ketuanya menyampaikan apresiasinya yang sangat dalam kepada Paguyuban Ketua Kelompok PKH Kecamatan Selopuro, tidak hanya dengan dua jempolnya, bahkan empat jempol yang dimilikinya siap untuk memberi tanda apresiasi, terlebih beberapa anak asuhnya bergabung menjadi satu dengan anak yatim lainnya untuk bersama-sama menerima santunan. Faizin, Ketua JembHar juga mensosialisasikan kepada masyarakat tentang program yang dilaksanakannya, dengan harapan akan menggugah masyarakat tergerak membantu anak yang kurang beruntung agar bisa mengenyam pendidikan dasar dengan cara menjadikan orang tua asuhnya.

Read More »

APLIKASI PROFIL KSM PLUS (PEMUTAKHIRAN)

21 komentar
Masih seputar hebohnya para pendamping PKH mengerjakan profil, banyak bermunculan juga aplikasi profil yang merupakan karya dari para pendamping yang layak untuk diapresiasi. Tak mau ketinggalam dari hal tersebut, kami mencoba ikut berpartisipasi dalam hal pembuatan aplikasi profil, minimal dipakai dikalangan sendiri, jika ada yang ingin mencoba mencicipi, monggo sedot saja di SINI.
Oh ya aplikasi ini kami kembangkan lagi dengan menyertakan aplikasi pemutakhiran, barangkali bermanfaat,. Kami sertakan juga aplikasi ringan untuk mengubah ukuran foto agar tidak membebani aplikasi akibat resolusi foto yang terlalu besar


Read More »

Presiden Jokowi Klarifikasi Isu-Isu Tentang BPJS Kesehatan, KIS, dan KIP

0 komentar
Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyampaikan klarifikasi mengenai Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan, Kartu Indonesia Sehat (KIS), dan Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kamis (10/3) sore di Istana Merdeka, Jakarta.
Seusai memberi pernyataan pembuka, Presiden Jokowi mempersilakan Menteri Koordinator (Menko) Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK), Puan Maharani menjelaskan kepada pers mengenai kartu perlindungan sosial yang telah diluncurkan, seperti KIS dan KIP.
Awali keterangannya, Menko Bidang PMK menyampaikan bahwa berkaitan dengan KIS sedang dilakukan mekanisme teknis yang masih harus dilakukan bulan Maret sampai April.
“Namun insya Allah untuk pendistribusian Kartu Indonesia Sehat sudah 90 persen terlaksana dan insya Allah sampai nanti Maret-April ini semua selesai. Bahkan verifikasi, validasi data juga kami update terus sehingga memang hanya penerima yang berhak yang akan mendapatkan Kartu Indonesia Sehat,” tutur Menko Puan. Tahun ini, menurut Puan, yang akan menerima Kartu Indonesia Sehat juga bertambah menjadi 92 juta.
Sementara itu, berkaitan dengan KIP, Menko Bidang PMK menyampaikan bahwa Kartu Indonesia Pintar memang hanya diberikan setahun sekali setiap tahun kenaikan kelas atau tahun ajaran baru pada bulan Juni atau Juli.
“Pemerintah berharap bahwa bulan April semua distribusi Kartu Indonesia Pintar memang sudah bisa diterima oleh semua anak Indonesia yang berhak menerima Kartu Indonesia Pintar sebelum pemanfaatannya itu bisa mereka ambil pada bulan Juni dan Juli,” jelas Mbak Puan, panggilan akrab Menko Bidang PMK.
Mengenai kartu-kartu lain, atau program lain, Menko menjelaskan bahwa ada Program Keluarga Harapan yang akan diberikan oleh Mensos yang pelaksanaannya nanti akan dilakukan oleh Presiden Joko Widodo pada bulan Maret ini.
“Akhir Maret ini di tempat yang sedang kita cari yang sesuai dengan pelaksanaan Program Keluarga Harapan. Di mana semua keluarga harapan yang memang berhak menerima insya Allah dengan data yang baru memang tidak akan terlewatkan,” tutur Menko Puan. Di akhir keterangannya, Menko Bidang PMK sampaikan bahwa jika sebelumnya ada keluarga yang tidak berhak maka akan ditarik kembali untuk diberikan kepada yang berhak.
“Semua keluarga yang kemarin mendapatkan mohon maaf kalau ternyata tidak berhak untuk menerima akan kami tarik dan kami ganti kepada keluarga-keluarga yang akan mendapatkan,” pungkas Mbak Puan.
Sementara itu, Menteri Sosial (Mensos) Khofifah Indar Parawangsa menyampaikan bahwa berbagai Program Perlindungan Sosial apakah KKS, KIP, KIS, dan sekarang PKH ini sekarang sedang terus dilakukan secara maksimal mengenai ketelitian atau presisi dari seluruh data yang dimiliki.
“Karena BPJS misalnya sebagai pelaksana Kartu Indonesia Sehat itu pada saat ini sebenarnya sudah bisa memberikan layanan bagi 92,4 juta. 92 jutanya itu untuk masyarakat dan 400 ribu-nya untuk bayi baru lahir dari keluarga kurang mampu. Pada posisi ini sesungguhnya pemerintah sudah bisa menyiapkan sekitar 35% dari 40% data untuk keluarga kurang mampu. Sementara KKS itu menyasar 25% keluarga kurang mampu,” jelas Mensos.
Sekarang ini, lanjut Mensos, ada PKH (Program Keluarga Harapan) yang sering kali dikenal dengan conditional cash transfer. “Dari APBN yang ada sekarang kita bisa menyasar 11% persen dari keluarga kurang mampu,” tutur Mensos.
Format conditional cash transfer itu digunakan, menurut Mensos, karena memang ada persentase tertentu yang belum terpenuhi dari budget APBN kita.
“Seandainya kita bisa memenuhi 40% dari keluarga kurang mampu, semuanya mendapatkan KIS, seandainya kita bisa memenuhi 40% keluarga kurang mampu mendapatkan KKS, atau mendapatkan PKH mungkin kita sudah tidak lagi menemukan ini belum tersisir, ini belum tersisir, dan seterusnya,” jelas Mensos Khofifah.
Dengan membaiknya kondisi ekonomi, lanjut Mensos, harapannya dari 40% masyarakat dengan status sosial ekonomi terendah, jadi 40% terendah itu sudah dilakukan pe-ranking-an. “Harapannya adalah 40% ini seluruhnya bisa mendapatkan berbagai program perlindungan sosial, apakah KKS, KIP, KIS, maupun PKH,” pungkas Mensos akhiri keterangannya.
Sumber http://setkab.go.id/

Read More »